Pentingnya menuntut ilmu dan memiliki guru

Asslamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
ilmu dan guru

            mendengar kata ilmu pasti kita akan membayangkan akan sosok seorang guru. guru memang identik dengan ilmu baik itu ilmu dunia dan juga ilmu akhirat.

ilmu dunia biasa kita dapat disekolah, tapi bagaimana kita mendapat ilmu akhirat ?

        Terkadang memang banyak yang meremehkan atau memandang sebelah mata akan ilmu akhirat yang kekal dan mengutamakan ilmu dunia yang hanya sementara.

"ilmu akhirat tanpa ilmu dunia ibarat orang pincang, tapi ilmu dunia tanpa ilmu akhirat ibarat orang buta"

       peribahasa tersebut sangat familiar ditelinga kita, bila kita pincang kita masih bisa berjalan lurus tapi bayangkan bila kita berjalan didalam gelapnya dunia tanpa secerca cahaya sedikit pun, apakah kita bisa berjalan lurus ? 

oleh karena itu kita harus pintar-pintar mengimbangi ilmu yang kita terima.

       ilmu akhirat bisa kita dapat dari mana saja misalnya orang tua kita, masyarakat sekitar, pengalaman pribadi, internet dan juga guru.

tapi apakah ilmu tersebut benar dan sampai nasabnya ke Rasulullah shalallahu'alaihiwaslallam ?

Al Imam Abu Yazid Al Bustamiy ra. berkata: “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.”. (Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203)

        maka dari itu kita harus pintar pintar dalam memilih guru ilmu akhirat. coba kalo kita tak punya guru terus nanti diakhirat ditanya ilmunya dapat darimana oleh Allah terus kita harus jawab apa ? apa kita harus jawab mbah google ?

lalu bagaimana bila kita belajar di internet ? 

       memang sekarang jaman sudah maju, bila kita punya masalah seputar agama  kita tinggal searching di google tanpa bertanya-tanya kebenarannya dahulu, alhasil bukannya masalah selesai malah kita yang dianggap mengikuti ajaran syetan oleh Allah subahanahuwata'ala.

Rasulullah saww. bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri (tanpa guru) dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan.”
Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw Bersabda: ”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka.”. (HR.At Tirmidzi) 
        jaman memang sudah canggih tapi jangan kau tinggalkan tradisi berguru yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. bahkan dijaman Rasulullah seorang guru tidak boleh mengikuti perang dan pahala seorang guru tersebut sama dengan pahala orang yang mengikuti perang dijalan Allah subhanahuwata'ala. sungguh luar biasa bukan ?

Al Imam Abu Yazid Al Bustamiy ra. berkata: “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.”. (Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203)
   
  memang memiliki guru itu penting tetapi memiliki guru yang bersanad itu lebih penting.  yang di maksud sanad disiini adalah  urutan yang menghubungkan matan atau hadis sampai ke Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam.
 
      bayang kan saja kalau guru kita tidak bersanad, ilmu yang kita terima pun belum tentu kebenarannya. maka dari itu memiliki guru yang bersanad itu sangat sang cari guru at lah penting.

      kesimpulannya ayo kita ramai ramai mencari guru atau kita dianggap belajar dari syetan, mau ?
ayo kita cari guru selain kita mendapat ilmu yang bermanfaat, kita juga telah menjaga warisan Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam yaitu ilmu.
   
       ya itu dulu dari saya, ini artikel memang banyak salahnya jika ada yang salah tolong benarkan dalam komentar, dan juga jangan menelan mentah mentah artikel ini sebelum anda mempertanyakan kepada guru anda. sekian dari saya,


wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh






Next
This is the current newest page
Previous
This is the oldest page
Thanks for your comment